Rabu, 28 September 2011

Fresh order ...!!!

Telah terbit antologi pertama saya bersama 25 penulis seluruh Indonesia …!!!


 
Judul               : Cinta Salah Sambung
Penulis            : Prima Sagita, Rik Sjp, Ana Khairina, dkk
Kategori         : Humor
ISBN              : 978-602-225-124-8
Terbit             : September 2011
Tebal              : 171 halaman
Harga             : Rp. 38.100
Deskripsi:
Siapa bilang penulis itu manusia paling serius dan stres sedunia? Siapa bilang juga penulis itu jenis manusia yang pelit tersenyum? Setelah membaca buku ini dijamin kamu bakal terpingkal-pingkal, ternyata ada juga penulis yang jago gokil dan doyan terbahak-bahak (bukan termehek-mehek loh). Semua orang pastinya pernah jatuh cinta. Tapi kisah cinta yang satu ini dijamin beda. Bukan cuma lantaran lucu dan konyol, tapi ada pelajaran yang teramat berharga yang bakal kamu dapat di sini. Ternyata cinta itu gak cukup disebut-sebut dalam hati paling dalam aja, tapi juga wajib diperjuangkan walau sampai ke puncak paling gokil sekalipun, hahahaha... Dalam buku ini, ada 26 kisah cinta dengan tingkat kadar kegokilan dari yang lucu sampai nauzubilla (malu-maluin, hahaha...). Dijamin deh buku ini jadi obat paling mangkus untuk bikin sakit hati kamu mampus lantaran ditolak si dia. Kalo belum percaya, bungkus aja deh buku ini. Dan, selamat tertawa terbahak-bahak, huahahahaha....
-------------------------
Kontributor para penulis kambuhan yang terpaksa melucu gara-gara kepentok deadline, hahaha...
1)      Balada Si Mamat Oleh Sagita Prima
2)      Batal Kawin Oleh Sri Wahyuti
3)      Berandal Cinta Oleh Raldina Asdyanti
4)      Cinta Anak Monyet Oleh Amanda Yunia Zafarina
5)      Cinta Pertama Musuh dalam Rumah, Oleh Aida Roselina
6)      Cinta Salah Sambung Oleh Poery
7)      Cinta Tanpa Logika Oleh Edelwise Tsurayya
8)      Cintaku Kepentok di Burung Oleh Indah Puspitasari
9)      Cintaku Setinggi Himalaya Oleh –sokjadipahlawan
10)  Coffee Earth Oleh Nurjannah Jaimbum
11)  Dari yang Jutek Hingga yang Gokil Oleh Sarah El Zohrah
12)  Dikejar Anggit Oleh Kinoy Raomi
13)  Doa Jomblowan di Malam Minggu Oleh Andri Surya
14)  Hey! Kapan Jadiannya? Oleh Asep Saeful Ulum
15)  Jodoh Si Vespa Vintage Oleh Phoenix Wibowo
16)  Kamu Jelek, Kita Putus! Oleh Tiya Radam
17)  Kelakuan Bidin Oleh Fatih Muftih
18)  Kencan Gokil Oleh Callysta Aika Hikaru
19)  Madun Majenun, Oleh Zee Zahrotusti’anah
20)  Onde Mandeee, Pacarku Daun Mudo! Oleh Jeanita Delli Widjaja
21)  Raja Jigong Kepentok Cinta Oleh Silananda
22)  Sindrom Jatuh Cinta Oleh Joni Lis Efendi
23)  Tempoyak Cinta Oleh Mardiana Kappara
24)  Terimalah Cintaku…!!! Oleh Ana Khairina
25)  Tragedi Kencan Pertama Errrrrr… Oleh Nurul Iffani
26)  Upss …. Salah Lagi Oleh Paskarinda
Pesan :
Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!

Minggu, 25 September 2011

SATU TAHUN SEJAK SAYA DIWISUDA (saya butuh merenung)

Oleh: Nana Karlina
25 September 2011
Saya butuh merenung Diary. Tentang hidup saya, tentang semua angan dan mimpi saya. Tentang kegagalan demi kegagalan yang melanda saya bertubi-tubi. Tentang sikap saya yang kadang kurang pantas. Tentang perjuangan saya yang tak sungguh-sungguh. Tentang semuanya Diary.
Iri! Ketika melihat satu per satu teman saya telah sukses. Memaksa saya untuk bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana dengan saya? Kapan saya bisa sukses seperti mereka?
Tanggal 25 september 2010 saya diwisuda. Senang tentu saja waktu itu. Namun rasa senang itu tak berlangsung lama Diary. Karena wisuda artinya adalah saya harus mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan dengan cara bekerja. Yah, saya harus bekerja untuk mengamalkan ilmu saya, saya harus bekerja untuk mencari rejeki sekaligus meringankan beban ortu.
 Saya paham dengan masalah ini Diary. Maka dari itu saya langsung membuat lamaran pekerjaan dan memasukkannya ke perusahaan di mana saya pernah PKL di sana. Besar harapan saya diterima di sana. Saya berniat untuk mencari uang selama satu tahun ini. Dan pada tahun berikutnya saya ingin meneruskan kuliah dengan uang saya sendiri. Tapi apa yang terjadi Diary?? Saya ternyata tak diterima. Perusahaan itu ternyata belum membutuhkan tenaga kerja wanita.
Saya coba memasukkan surat lamaran lagi ke tempat lain, tapi lagi-lagi saya gagal. Saya masukin lagi dan gagal lagi. Sampai akhirnya masuk bulan januari, saya memutuskan untuk tak lagi mencari pekerjaan. Dan saya ingin berfokus mengasah kemampuan menulis saya yang telah lama saya tinggalkan. Saya memang mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis.
Sembari mencari info tentang tulis menulis, seorang teman datang ke rumah saya. Ia menyarankan, agar saya memasukkan surat lamaran ke lembaga bimbel yang jaraknya tak jauh dari rumah saya. Ah, saya benar-benar tak tahu tentang lembaga bimbel itu. Saya ikuti saja sarannya. Hingga pada akhirnya saya diterima bekerja di sana. Ah, Alhamdulillah. Tentu saja saya bahagia. Meskipun gajinya tak banyak, tapi setidaknya saya telah bekerja ^_^.
Seiring waktu berjalan, saya juga telah menemukan tempat di mana saya bisa mengasah kemampuan menulis saya. Saya mendaftarkan diri ke Sekolah Menulis Cerpen Online di Writing Revolution. Setelah menjadi anggota, saya menerima informasi kalau di WR sedang ada lomba menulis cerpen Cinta Gokil. 25 cerpen terpilih akan dibubukan. Karena hal itu, saya memaksakan diri untuk ikut, padahal deadlinenya hanya tinggal seminggu lagi. Dan ketika pengumuman yang lolos nominasi itu diposting di grup WR, betapa terkejutnya saya. Naskah saya lolos Diary. Alhamdulillah! Bahagianya saya. Semangat saya jadi membuncah . Tekad saya menjadi penulis kian kuat. Dan kemudian terbersit dalam hati saya bahwa saya akan buktikan kalau saya bisa menghasilkan uang dari menulis.
Waktu terus berganti. Saya hanyut mengikuti lomba-lomba menulis di facebook. Beberapa naskah saya kebanyakan ditolak alias gagal. Beberapa pula ada yang lolos dan akan dibukukan. Saya senang, tapi tidak terlalu. Karena hingga saat ini, belum sepeser pun saya menghasilkan uang dari menulis. Yah, tak semudah itu ternyata menjadi seorang penulis dan menghasilkan uang dari pekerjaan ini.
Bulan Mei masuk. Saya berencana ingin nyambung S1 Pend. Kimia di UNP. Jujur saja, semangat untuk nyambung S1 tak sebuncah dulu. Karena saya terlalu asyik dengan menulis. Semua perhatian saya seolah tersedot untuk menulis.
Saya cari-cari info di internet tentang UNP. Tapi apa yang saya dapatkan? Ah, ternyata UNP tak menerima transfer D3 untuk jurusan kimia. Sedih? Tentu saja! Namun tak mengapa, karena saya mendapat informasi kalau di UNJA direncanakan akan membuka kelas ekstensi kimia murni untuk memfasilitasi anak-anak tamatan D3 kimia yang ingin nyambung S1. Saya sudah tenang. Masalah ini saya anggap akan selesai. Tapi kemudian, apa yang terjadi? Kelas ekstensi itu ternyata tak jadi dibuka tersebab gedung UNJA kelasnya tak cukup. Jadi semua rencana itu dibatalkan. Kecewa? Tentu! Sedih lebih tepatnya. Saat itu saya galau, saya sampai merasa kalau semua cita-cita saya untuk nyambung S1 terpenggal sampai di situ. Lalu kenapa tak nyambung di universitas lain? Karena tak semua universitas menerima transfer dari D3. Ada beberapa universitas terkenal di pulau Jawa yang menerima, tapi biayanya sangat mahal. Ah, saya enggan membebani orang tua saya lagi dengan biaya semahal itu.
Waktu terus bergulir, hingga kini tepat setahun sudah sejak saya diwisuda dan tak banyak perubahan yang terjadi. Saya bingung! Saya ingin sekali mengubah hidup saya. Saya sangat ingin hidup saya ada perubahan. Saya ingin mencari uang, mencari kesibukan. Merasakan pengalaman baru, bertemu wajah-wajah baru. Saya bosan terus begini!
Saya memang sudah bekerja di lembaga bimbel dekat rumah saya. Tapi gaji di sana sangat kecil. Ah, bukannya saya tidak bersyukur, tapi saya ingin mempunyai penghasilan mapan agar saya bisa menghidupi diri saya sendiri dan meringankan beban orang tua saya. Siapa tahu saya bisa membantu biaya naik hajinya mereka.
To be continue ….

Sabtu, 24 September 2011

STATUS FACEBOOK

Oleh: Nana Karlina

13 September 2011
>>>     Ada keharuan tak tertanggungkan ketika  kuingat sosokmu
Ada energi yang tak terjelaskan tiap kuingat pribadimu
Ada rasa yang sulit dilukiskan kata
Tiap kali kudengar secuil cerita tantangmu
Haru,
seolah aku mengerti tentang hatimu
Seolah aku tahu apa yang kau rasakan,
 meski hanya dengan mendengar kata “Hallo” darimu
Kutahu ini seperti dilebih-lebihkan
Tapi kau memang sosok yang membuat kataku beku
Dan tak berlaku ….

13092011

14 September 2011
>>> Nasehat Ibuku hari ini: Jangan pulang sebelum pergi

14 September 2011
>>> Pelajaran moral hari ini: Orang yang tidak menghargai waktu, akan selalu terlambat

14 September 2011
>>> Anggaplah cobaan itu sebagai guru, di mana suatu saat kau akan tersenyum karenanya … ^_^
*status di sela-sela makan malam

14 September 2011
>>>     Mungkin suatu saat aku bisa
            Meski tertatih kini
            Tanpa rasa percaya diri yang berarti

            Mungkin perlahan, dapat segera kutemui arti
            Bahwa goresan pena bukan sekedar rangkaian kata
            Namun bertabur mutiara makna pengobat lara

            Mungkin kelak, aku akan mengerti
            Semua yang berawal dari hati,
            Akan sampai ke hati ….

            14092011 – 19.58
*status di tengah kekaguman membaca buku  Jatuh Dari Cinta – Benny Arnas ^_^

18 September 2011
>>>     Seperti kepingan-kepingan gelas pecah
            Seperti serpihan kaca figura
            Tanda tanya itu berserakan, berhamburan
            Di dermaga rasa ingin tahuku ….

21 September 2011
>>>     Engkau di mana duhai pujangga??
Kata-kata terlantar tanpa hadirmu di syahdunya waktu
Rona-rona memudar dalam gersang kehausan
Jiwa-jiwa hening kering tak tersiram

Pujangga,
Rangkailah ranum mawar merah di setiap makna sebuah ungkapan
Biuslah para jiwa perindu dengan kemegahan anggur cinta penyejuk dahaga
Rangkum kembali puing-puing hati yang pecah berkeping-keping
Dengan melodi cinta yang sering kau rangkai di samudera hati

Datanglah duhai pujangga
Hamburkan kata-kata mesra penuh cinta,
dengan tenaga rasa yang menggelora
Dalam mihrab restu Sang Pemilik Cinta
Di atas segala cinta

*puisi dadakan ditengah deru hujan

21092011 – 15.52

23 September 2011

>>>     T’lah lama kita hadir
Dalam ceruk waktu yang kian mengusam
Berjubah putih dan hitam
Berbalur air mata,
juga tawa bahagia
Dengan nurani yang selalu merindui Sang Pemilik diri

T’lah lama kita berjelaga
Di hamparan dunia
Mencari apa yang dapat dicari
Tak sedikit pula lebih memilih berdiam diri
Memelihara kemalasan hingga tumbuh bak pohon yang kokoh
Terlena,
hingga terlupa waktu kian mengejar dekapan nyawa dalam raga

to be continue

23092011 – 09.11  




INSPIRASIKU MENULIS (episode #2)


BERAWAL DARI FACEBOOK
Oleh: Nana Karlina
Tahun 2010
Setelah membaca novel “Ayat-Ayat Cinta itu”, saya perhatikan kover dan biodata penulisnya. Di kovernya terlihat jelas ada tulisan FLP. Biodata penulisnya juga menyebutkan kalau Habiburrahman El Shirazy (penulisnya) itu adalah anggota FLP.
Nah, terus tak berapa lama kemudian, saya mulai beli majalah yang memungkinkan saya untuk memuat cerpen saya di sana. Lah, apa hubungannya dengan FLP? Ya adalah, makanya baca dulu.
Nah, jadi tuh di dalam majalah itu (majalah Annida namanya), saya nemu promo buku. Lah, terus apa istimewanya? Ih, tunggu dulu, saya belom selesai cerita.
Nah, jadi tuh buku yang dipromoin di majalah itu berjudul “Bidadari Dari Bajau” yang ternyata ditulis oleh anak-anak FLP Wilayah Jambi. Saya tersentak. Semangat saya seketika melesat naik. Saat itu yang ada di benak saya adalah bahwa saya harus masuk FLP. Yah, saya harus masuk FLP supaya saya bisa mewujudkan keinginan saya punya buku kayak Habiburrahman El Shirazy.
Tapi kemudian saya mikir. Emang saya tahu di mana markas FLP Jambi? Nah, kalau saya nggak tahu gimana saya bisa menggabungkan diri saya di sana? Ah, saat itu saya mulai resah. Saya harus cari tahu di mana markas FLP. Iyah, saya harus cari tahu. Nah, kemudian saya mikir lagi, emang saya mau cari tahu ke mana? Ah, entahlah!
Facebook
Seiring berjalannya waktu, ada lagi sesuatu menghebohkan yang beredar. Apakah itu? Apalagi kalau bukan jejaring sosial bernama Facebook? Karena temen-temen banyak yang ikutan jejaring sosial itu, yah saya juga ikut-ikut keseret masuk ke dalam dunia maya itu. Akhirnya saya mendaftarkan diri di facebook.
November 2010 
Lama, lama, lama, eh saya punya ide. Gimana kalau saya cari yang namanya FLP Jambi itu di facebook ini? Iya euy, ini mah ide cemerlang namanya. Nah, saya tulis deh di pencarian orang di facebook dengan menulis FLP JAMBI. Eh, ternyata ada loh. Ih, saya senang banget. Ya udah tanpa buang-buang tempo saya add deh tuh akunnya. Tapi saya harus menunggu lama sampai dapat konfirmasinya. Sabar, iya, saya mencoba sabar.
Ah, tapi lama-lama saya juga jadinya nggak bisa sabar. Ya udah saya kirim pesan inbox aja.
Tulis saya: Assalammualaikum. FLP ini forum kepenulisan ya? Bolehkah saya ikut bergabung? FLP tempatnya di mana?
Terus setelah lumayan lama menunggu, akhirnya ada balasan. Dan permintaan pertemanan saya langsung diterima.
Balas FLP: Walaikumussalam. Iya benar. Tapi tentu ada proses recruitment terlebih dahulu. FLP bertempat di sungai kambang telanai pura.
Saya: Kalau gitu kapan nih proses rekruitmentnya?
FLP: Tunggu info selanjutnya ya? Nanti akan kami kabari.
Saya: Oh, baiklah kalau begitu terima kasih.
Yah, sayanya kecewa. Ternyata harus nunggu recruitment dulu baru bisa gabung. Ya udah sembari menunggu saya nulis-nulis apa aja dulu. Saya coba-coba deh ngetik cerpen. Tapi nggak pernah finish. Hasilnya juga amburadul, acakadut tak keruan.
Februari 2011
Lama, lama, lama, sayanya mulai nggak sabar. Saya pantengin terus deh tuh wallnya FLP. Eh, saya nemu sesuatu. Ada lomba nulis cerpen. Cihuy, saya semangat 45. Tapi ada syaratnya. Untuk bisa ikut lomba itu, saya mesti daftar sekolah menulis online (SMCO) dulu. Karena saya lihatnya dari hape jadinya ribet, maka saya sediain waktu untuk ke warnet buat ngeliat lebih jelas info lomba dan tata cara pendaftaran sekolah menulis cerpen online itu. Saya fikir, mungkin inilah solusi ketidaksabaran saya mau belajar nulis. Iyah, mungkin memang saya harus masuk SMCO ini. Saya nggak mau buang-buang waktu.
Waktu di warnet, saya buka deh blognya yang tertera di bawah info lomba. Langsung keluar judul WRITING REVOLUTION. Di sana ternyata banyak pilihannya. Ada SMCO (Sekolah Menulis Cerpen Online), SMNO (Sekolah Menulis Novel Online), dan SMBO (Sekolah Menulis Buku Online). Iya, waktu itu baru ada tiga pilihannya. Kalau sekarang udah ada SMPO (Sekolah Menulis Puisi Online) dan SMAO (Sekolah Menulis Artikel Online).
Dan di antara tiga pilihan waktu itu (SMCO, SMNO, dan SMBO), saya sempat tertarik sama SMNO, tapi biayanya lumayan besar. Kalau tidak salah, Rp. 250. 000. Saya mikir, untuk percobaan mending saya ambil SMCO aja lah (biayanya waktu itu Rp. 60. 000). Lagi pula syarat ikut lombanya kan harus terdaftar jadi anggota SMCO.
Nah, di sana tertera facebook direktur Writing Revolution itu. Namanya Joni Lis Efendi, saya langsung add. Saya lihat profilnya, ternyata dia dari kota pekanbaru. Dan sudah menulis sebanyak 20 buku. Saya sudah mantap. Saya rencanakan lusa saya akan mendaftarkan diri saya.
28 Februari 2011 saya resmi jadi anggota Writing Revolution pada kelas SMCO. Ah, setelah saya resmi jadi anggota, saya langsung digabungin ke (Group Rahasia) Writing Revolution yang ada di facebook. Baru beberapa hari saya di sana, saya udah disuguhi sama keramahan para anggotanya dan info lomba yang sedang berlangsung. Saat itu, selain lomba nulis yang mensyaratkan saya jadi anggota SMCO, juga ada lomba-lomba kecil di groupnya. Lombanya waktu itu adalah Lomba Cerpen Cinta Gokil. Hadiahnya adalah semua naskah yang lolos nominasi akan dibukukan. Ah, karena hal itu saya jadi semangat. Mempunyai buku sendiri adalah mimpi saya. Dan sekarang kesempatan ada di depan mata, maka saya gak mau menyia-nyiakannya.
Walaupun deadline lomba itu tinggal seminggu lagi, saya tetap ingin ikut. Walaupun saya sendiri bingung mau nulis apa??? Ah, saya terus mencari inspirasi, saya harus ikut pokoknya. Saya coba baca-baca lagi novel Andrea Hirata, saya coba baca buku-buku humor, saya baca cerpen-cerpen di majalah, saya baca modul dari SMCO. Dan, saya tahu saya harus nulis apa.
Setelah mengirimkan cerpen saya untuk yang pertama kalinya, saya kemudian pasrah. Saya gak banyak berharap. Secara ini baru sekali nyoba ngirim cerpen. Tapi kemudian apa yang terjadi? Dengan rasa tak percaya dan dengan tangan gemetar, serta berulang-ulang memeriksa tulisan yang tertera di sana, ternyata saya mendapati sesuatu yang begitu mengagetkan, membahagiakan dan sungguh-sungguh mengharukan, bahwa ternyata … cerpen saya yang berjudul “Terimalah Cintaku” itu, masuk ke dalam 25 nominasi cerpen yang akan dibukukan. Ah, saya shock, bahagia, dan gemetaran. Semangat saya buncah dan semua itu membuat saya ingin selalu menulis, menulis dan menulis, hehe ….

Sekian
24 September 2011

Sorbonne University

Sorbonne University

Alexandria

Alexandria

Edensor

Edensor

Bunaken

Bunaken