Jumat, 14 Oktober 2011

INFO CERPEN AWARD WR BULAN NOVEMBER


Syarat dan Ketentuan:
  1. Terbuka untuk anggota WR dan umum, GRATIS.
  2. Tema cerpen bebas, tidak mengandung unsur pornografi dan bebas dari sensitivitas isu  SARA.
  3. Masing-masing peserta hanya boleh mengikutkan 1 CERPEN TERBAIKNYA, yang belum pernah dipublikasi atau diikutkan lomba dan ditulis pada bulan Oktober dan November 2011 (dengan mencantumkan tanggal penulisan di bagian akhir cerpennya).
  4. Cerpen ditulis di NOTE/catatan FB lalu sebarkan sebanyak-banyaknya ke teman dan kenalannya.
  5. Tulis di judul NOTE-nya: CERPEN AWARD WR: JUDUL CERPEN
  6. Tulis di kotak email (inbox)  biodata singkat+judul cerpen+ link NOTE Cerpen Awardnya lalu kirim ke email: cerpen_award@yahoo.co.id 
  7. Koordinator lomba Dhoifurrohmaniyah Thelonelyfairy dan Nyi Penengah Dewanti.
  8. HARUS mencantumkan LOGO Writing Revolution di NOTE/CATATAN Cerpen Awardnya, caranya: klik link ini lalu klik kanan (Save Image as)https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDIml29RsjLHKnbN6EH86KPZkRIVGbHPrHBT3axPyCo2l5DSU_BhSfM2Ll0g5Nfg-sB2VjWWpgHR4MuUu6DQPNNmhIy-APVM7P9Gtyvr6DLwJVlJoPYfpJrgpNgY_qaAnYHBvHCUJHMT8C/s1600/Logo+Writing+Revolution.jpg
  9. Silakan sebar informasi ini sebanyak-banyaknya kepada teman dan kenalan FB kamu.

Prosedur Penilaian:
  • Lima Nominator dipilih dinilai berdasarkan "suka/like" dan "komentar" terbanyak dari pembaca.
  • Kemudian dipilih satu orang Pemenang Utama dan dua orang Pemenang Favorit.
  • Batas akhir lomba dan pemberian dukungan sampai tanggal 27 November 2011 pukul 23.59 WIB.
  • Silakan cari dukungan sebanyak-banyaknya.
  • Tujuan lomba ini adalah menumbuhkan keberanian peserta mempublikasikan karyanya.

Hadiah:
  • Pemenang Utama mendapatkan hadiah uang Rp 150.000 dan Pemenang Favorit mendapatkan beasiswa SMCO
  • Semua pemenang mendapatkan e-sertifikat.
  • Cerpen para pemenang  akan dibukukan dalam antologi Cerpen Award Writing Revolution.

Sponsor

Rabu, 12 Oktober 2011

YANG TERJADI, TERJADILAH

Dear Myself
Yah, walaupun lagi sedih, gak harus nunjukkin muka manyun dan kusut kan? Gak harus pula mesti lapor di facebook dan termehek-mehek di depan banyak penonton di dunia maya. Iya, gak harus begitu. Bukankah kita mempunyai Tuhan, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu? Bukankah kita memang masih terus akan diuji sampai ruh kita tercabut dari raga? Ya, bukankah memang begitu aturan mainnya? Jadi, kita gak usah terlalu kaget, bahasa kerennya shock dengan cobaan yang ditimpakan kepada kita (ah, enak banget ya ngomong?). Kita juga gak perlu lebay dengan segala cobaan itu. Bukankah sebagai seorang hamba kita telah berkali-kali diajarkan bersabar? Bukankah ujian itu adalah pelajaran? Bukankah musibah itu adalah jembatan yang akan lebih mendekatkan kita kepadaNya? Kepada Tuhan seluruh alam?
Banyak hal yang masih harus diperbaiki. Agar hati kian tentram, agar jiwa kian kuat. Agar kita lebih pintar dalam menyelesaikan masalah kita. Agar kita lebih bijak. Seperti halnya cangkir yang cantik yang sebelumnya harus melewati berbagai proses dulu supaya menjadi cangkir cantik. Ia harus diremas-remas dahulu, diputar-putar, dibakar dengan suhu tinggi, dicat dan dibakar lagi. Jadi intinya, untuk menjadi pribadi cantik itu adalah wajar jika harus melewati proses demi proses yang menyakitkan itu.
Lalu pertanyaannya, seberapa kuatkah kita menerima tempaan itu?
Jawabannya adalah bahwasanya Allah tidaklah memberi cobaan di luar batas kesanggupan hambanya. Jadi jangan merasa gak sanggup dulu deh, lo pasti kuat. Iya, lo pasti kuat. Percaya deh ama gue!! (Ah, lebay lo! Kayak gue dapat cobaan yang gimana-gimana aja! Padahal kan gue gak ada masalah apa-apa!)
Jadi, yang harus kita lakukan adalah kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah. Zat yang telah menciptakan kita dan kelak kepada-Nya pula kita dikembalikan. Ketahuilah, sesungguhnya jiwa itu butuh nutrisi, yang apabila tak disiram dengan Ayat-ayat-Nya, maka ia akan menjadi kering, gersang dan kehausan. Maka beruntunglah orang-orang yang membersihkan jiwa itu dan celakalah orang-orang yang mengotorinya.
Begitu pula dengan hati. Bahwasanya hati itu perlu nutrisi, yang apabila tak diisi dengan mengingat Allah, maka ia akan menjadi gamang, goyang dan tak seimbang. Dan hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.
Wahai jiwa, kembalilah sebelum engkau dikembalikan!!

Jumat, 07 Oktober 2011

September – Oktober – November (Bulan menuai)

Oleh : Nana Karlina

Pada bulan Maret. Iya, pada bulan Maret awal mula saya mencoba mengirimkan karya saya. Yang sebelumnya, jangankan mau saya kirimkan ke lomba atau media, orang lain membacanya saja saya tak izinkan. Karena waktu itu saya menulis hanya untuk saya. Ya, hanya untuk saya sendiri. Baik itu untuk menuangkan rasa, maupun untuk mengabadikan hayalan otak kanan saya.
Di sana, di kampung itu, kampung kami tercinta: Writing Revolution, saya temui semangat itu, antusias itu, tips-tips menulis yang dengan murah dibagikan dan juga kekocakkan yang selalu membuat suasana jadi begitu menyenangkan untuk belajar. Dan di sanalah, awal mula saya mencoba.
Sejak mengenal mereka, pribadi mereka, semangat mereka, prestasi mereka, saya terpacu untuk bisa. Ya, saya selalu mencoba meyakinkan diri saya kalau saya pun bisa. Mereka yang begitu semangat membagikan info lomba, saling menyemangati satu sama lain untuk mengikutinya, dan ketika pengumaman naskah yang lolos itu dipajang, dan ada salah satu anggota yang masuk nominasi ataupun menang, kami semua berbahagia dan menajadi terpacu semangatnya.
Di sana, dan tak kan pernah saya lupa. Kami saling berlatih bersama, memberi komentar bersama, berbagi banyak hal: rantang, semangka, kuaci, lolipop, jengkol, pete, cake dan segala jenis makanan. Ah, kami sudah saling mempunyai ikatan emosional. Kami saling mendoakan, saling memberi semangat dan selamat, saling, saling dan saling.
Dari sanalah terbuka jalan saya untuk terjun ke dunia kepenulisan. Dari sanalah saya terpacu, lebih tepatnya tertular untuk mengikuti lomba-lomba apa saja yang berhubungan dengan tulis menulis. Tak pandang bulu. Tak peduli berhadiah atau tidak. Karena yang kami mau hanyalah menulis dan manulis. Karena kami sadar, dengan sering menulis kemampuan itu akan terasah dengan sendirinya.
Bahkan saking banyaknya ikut lomba, kami terkadang hampir lupa ketika pengumuman dipajang. Ini pengumuman lomba yang mana? Kok ada nama saya? Hahaha, itulah kami. Bahkan ketika buku dari lomba yang kami ikuti sudah terbit pun masih ada yang lupa. Wah, selamat ya, namaku ada di sana gak ya? Ini kemarin lomba yang mana ya? Hihi ….
Dan saya, jelaslah tulisan-tulisan saya lebih banyak dimasukkan  ke tong sampah alias kalah dari pada menangnya. Tapi meski begitu saya masih tetap bersyukur bahwa ada juga naskah saya yang masuk nominasi dan dibukukan.
Dan sekarang, semua naskah saya yang pernah masuk nominasi itu sudah pada terbit. Saatnya sekarang saya menuai. Menuai hasil jerih payah saya berjuang dari bulan Maret sampai bulan Juli. Baik dari lomba-lomba atau antologi solo yang saya perjuangkan atas dorongan dan semangat teman-teman.
Thank you WR. We love you … ^o^

Aku telah dewasa


Oleh: Nana Karlina
Telah kulalui jalan ini Cinta …
Jauh …
Penuh liku …
Berbatubatu …
Bersimbah gemuruh pilu …
Ngilu hatiku ….

Telah kurasakan pula patah …
Pada keping hatiku yang setengah …
Remah …
Aku terengah-engah ….

Ada pula air mata …
Yang telahir dari darah hatiku yang mematah …
Bercampur peluh saga …
Perih hatiku Cinta ….

Adapun harap itu masih kujunjung …
Doa itu masih kusanjung …
Kuyakin semua kan berujung …
Bersama kidungkidung orang beruntung ….

Cinta …
Telah lunas pelajaranmu kuterima …
Dengan segala warna rasa yang mendera-dera …
Aku telah dewasa ….

Kini,
penuhi jiwaku Cinta …
Genapkan dengan separuhnya …
Aku telah dewasa ….

Ruang hatiku, 07 Oktober 2011 – pukul 12.12

Kamis, 06 Oktober 2011

Fresh order ...!!!

Alhamdulillah telah terbit di Leutikaprio antologi keroyokan ke- 4 saya. Sebuah antologi yang menguak kisah tentang impian menjadi seorang penulis yang menginspirasi dunia. Juga dilengkapi dengan tips-tips menulis oleh Kak Joni Lis Efendi.


Judul : Secret of Writing Dahsyatnya Menulis yang Menginspirasi Dunia
Penulis : Joni Lis Efendi, Okti Li, Arista Devi, Ana Khairina, dkk.
Tebal : vi + 180 hlmn
Harga : Rp. 40.500,-
ISBN : 978-602-225-116-3

Sinopsis:

Siapapun bisa menulis selagi ia memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Siapapun mampu menghasilkan karya yang luar biasa yang mampu merubah hidupnya dan juga mencerahkan orang lain. Siapapun sanggup membuktikan dirinya sebagai penulis yang hebat dengan reputasi tinggi. Siapapun berhak untuk memilih apakah ia akan mulai menulis detik ini atau 10 tahun lagi.

Siapapun memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk menjadi bagian dari penulis yang mengukir sejarah dunia. Dalam buku ini, berisikan kisah-kisah dari penulis yang memiliki impian untuk merubah hidupnya dan dunia dengan menulis. Selain itu, juga ada tips rahasia menulis yang siapa saja bisa melakukannya. Jika kesungguhan hati itu telah kukuh, jika niat itu telah berbuah semangat menggebuh, jika tekad itu telah menggunung dan bergemuruh untuk diledakkan, maka saat inilah waktu yang tepat untuk mewujudkan impianmu. Kamu, saya, dan kita semua memiliki hak dan kesempatan yang sama menjadi penulis.

Pesan : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!

Sorbonne University

Sorbonne University

Alexandria

Alexandria

Edensor

Edensor

Bunaken

Bunaken